jaringan hewan

JARINGAN DAN FUNGSI HEWAN

 

Jaringan Hewan

Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan. Semua seluk-beluk jaringan dikaji khusus dalam cabang biologi yang disebut histologi. Jaringan pembentuk organ manusia dan hewan terdiri atas jaringan embrional, jaringan epitel, jaringan otot, jaringan saraf, jaringan penyokong.

1. Jaringan Embrional

Jaringan embrional merupakan jaringan muda yang sel-selnya selalu mengadakan pembelahan. Merupakan hasil pembelahan sel zigot.

Berdasarkan jumlah lapisan embrionya, hewan dibagi menjadi:

Hewan diploblastik, yaitu hewan yang embrionya terdiri atas 2 lapis.

Contoh: Coelenterata, tidak mempunyai mesoderm.

Hewan triploblastik, yaitu hewan yang embrionya terdiri atas 3 lapis.

Contoh: cacing tanah, siput, Arthropoda, dan Chordata.

2. Jaringan Epitel

Seperti jaringan epidermis pada tumbuhan, jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan. Epitel yang menutupi permukaan luar tubuh juga dibatasi oleh epithelium yang disebut mesotelium. Ada juga epithelium yang terbungkus untuk menangkap rangsang dari luar yang disebut neuropitelium.

Macam-macam jaringan epitel

a. Berdasarkan fungsi

  • Epitel pelindung, untuk melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

Contoh: epidermis (kulit).

  • Epitel kelenjar, untuk sekresi.

a) Kelenjar eksokrin: kelenjar yang menghasilkan getah dan dialirkan melalui saluran, misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah.

b) Kelenjar endokrin: hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran, tetapi langsung ke darah sehingga dikenal sebagai kelenjar buntu, misalnya: kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dan kelenjar hormon yang lain.

c)  Kelenjar campuran: kelenjar yang terbentuk dari kelenjar eksokrin dan endokrin, contohnya kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas dapat berfungsi sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim,juga sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon.

  • Epitel penyerap, untuk penyerapan. Contoh: epitel usus halus dan epitel nefron ginjal.
  • Epitel indra, untuk menerima rangsangan dari luar. Contoh: epitel di sekitar alat-alat indra.

b. Berdasarkan bentuk dan susunan

Bentuk sel Lapisan Lokasi Fungsi Gambar
Pipih selapis Permukaan kulit, pembuluh darah, kapsula bowman (ginjal),lapisan dalam alveolus, peritoneum, dan pembuluh limfe, Proteksi,fasilitas pergerakan di dalam rongga tubuh,dan sekresi  
berlapis Epidermis kulit, kelenjar keringat,folikel ovarium, kandung kemih, ginjal, dan saluran kelenjar ludah. Sekresi dan proteksi.  
Kubus selapis Kelenjar tiroid,permukaan ovarium,dan epidermis kulit. Absorpsi dan sekresi.  
berlapis Saluran kelenjar minyak, saluran kelenjar keringat pada kulit,kelenjar mamae,dan permukaan folikel ovarium. Menghasilkan getah yang dialirkan melalui saluran.  
Silindris selapis Lambung, jonjot usus, kantung empedu, dan saluran pernapasan bagian atas. Proteksi, absorpsi, dan sekresi.  
Berlapis Uretra, faring, dan epiglotis Sekresi dan pergerakan  
Bersilia Trakea dan rongga hidung. Proteksi,sekresi, dan gerakan zat melalui permukaan  
Transisional Pelvis ginjal, ureter, dan uretra.  

3. Jaringan Otot

Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif.Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang tugasnya menggerakan berbagai bagian tubuh. Kemampuan menggerakkan berbagai organ tubuh ini disebabkan kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi.Kemampuan kontraksi ini sangat dimungkinkan karena sel-sel otot mengandung protein kontraksi yang memanjang dan mengandung serabut-serabut halus disebut miofibril. Miofibril terdiri atas protein miosin dan aktin. Pada Vertebrata dikenal 3 macam jaringan otot, yaitu:

a. Otot Lurik/Kerangka

Disebut otot lurik, karena memiliki lurik dan dapat disebut juga otot kerangka karena melekat pada kerangka, misalnya tendon, otot bisep, dan triseps. Otot ini memiliki bentuk silindris panjang dan memiliki karakteristik antara lain berinti banyak di tepi, kontraksinya di bawah kesadaran, memiliki gerakan cepat dan kuat, mudah lelah.

b. Otot Polos

Otot ini tersusun dari sel yang berbentuk gelendong, kumparan, dan memiliki inti satu di tengah. Otot polos berukuran antara 30-200 milimikron. Otot polos, mempunyai pola permukaan yang polos, tanpa adanya pola lurik melintang. Otot ini juga dilengkapi dengan saraf yang berasal dari sistem saraf tak sadar. Karakteristik otot ini antara lain, kontraksinya spontan, tetapi kerja lambat, bekerja terus-menerus tanpa disadari (involunter) dan tidak mudah lelah. Untuk berkontraksi otot polos memerlukan waktu antara 3 detik sampai 3 menit. Otot polos terdapat pada organ dalam, misalnya, usus, lambung, ginjal, pembuluh darah.

c. Otot Jantung

Disebut otot jantung karena memang letaknya hanya pada jantung saja. Otot ini memiliki struktur seperti pada otot lurik, yaitu memiliki pola lurik melintang tetapi miofibrilnya bercabang-cabang. Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. Cara kerja otot jantung seperti otot polos yaitu di luar kesadaran (involunter), terus-menerus, dan tidak mudah lelah.

 

 

Tabel Perbedaan otot polos, otot lurik, dan otot jantung

 

Pembeda Otot polos Otot lurik Otot jantung
Tempat Dindingjerohan Melekat padarangka Dinding jantung
Bentuk serabut Memanjang,berbentuk, ujunglancip Memanjang,silindris, ujungtumpul Memanjang,silindris,bercabang dan menyatu
Jumlah nukleus Satu Banyak Satu
Letak nukleus Tengah Tepi Tengah
Garis melintang Tidak ada Ada Ada
Kecepatan kontraksi Paling lambat Paling cepat Sedang
Kemampuan berkontraksi Lama Sebentar Sedang
Tipe kontrol Tidak menurutkehendak Menurutkehendak Tidak menurut kehendak

4. Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Jaringan saraf berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Sel saraf terdiri atas badan sel yang memiliki banyak cabang. Cabang-cabang inilah yang menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya sehingga terbentuk jaringan saraf. Ada tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf motorik, sel saraf sensorik, dan sel saraf penghubung.

a. Saraf Sensorik (Neuron Aferen)

Saraf sensorik bertugas menghantarkan rangsang dari organ penerima rangsang (reseptor) ke pusat susunan saraf yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Sekelompok badan sel neuron sensorik berkumpul membentuk ganglion yang berlanjut ke sumsum tulang belakang. Akson neuron sensorik membawa rangsangan menuju ke jaringan saraf pusat.

b. Saraf Motorik (Neuron Eferen)

Tugas saraf motorik adalah menghantarkan rangsang dari pusat susunan saraf ke bagian efektor. Bagian efektor berupa otot dan kelenjar. Setelah bagian efektor menerima rangsang maka akan melakukan respon tubuh.

c. Saraf Konektor (Asosiasi)

Saraf konektor bertugas menghubungkan antara saraf sensorik dan motorik. Antara saraf satu dengan yang lain saling berhubungan.

Antara saraf yang satu dengan lainnya di hubungkan oleh akson. Hubungan antara

sesama saraf melalui titik temu antara ujung akson neuron yang satu dengan dendrit neuron yang lain, yang disebut dengan sinaps. Fugsi sinaps adalah meneruskan rangsang dari sel saraf yang satu ke sel saraf yang lain. Sinaps mengeluarkan zat untuk mempermudah meneruskan rangsang yang disebut neurotransmitter.

Jaringan saraf terdapat di otak, sumsum tulang belakang, dan di urat saraf. Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas yaitu kemampuan sel saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas merupakan kemampuan jaringan saraf membawa impuls-impuls saraf atau pesan.

Neuron terdiri atas:

a. Dendrit yaitu juluran sitoplasma yang relatif pendek dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.

b. Badan sel  yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti (nukleus) dengan nukleolus di tengahnya. Sitoplasmanya bergranula, berasal dari retikulum endoplasma yang disebut Badan Nissl. Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan di ganglion. Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf. Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu, seperti di kiri dan kanan sumsum tulang belakang.

c. Neurit (akson) yaitu juluran sitoplasma yang panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.

Neurit memiliki selubung yang terdiri dari selubung myelin dan selubung neurilema.

1)      Selubung myelin

merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit. Selubung myelin tidak membungkus neurit secara kontinu tetapi membuat interval antara 80 – 600 mikron, membentuk nodus ranvier. Di daerah interval ini neurit tidak memiliki selubung myelin, tapi langsung dibungkus oleh selubung Schwann.

2)      Selubung neurilema (selubung Schwann)

terdiri dari sel-sel Schwann yang menghasilkan myelin. Berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.

Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungan itu disebut sinapsis.

5. Jaringan Penyokong

Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang. Jaringan ikat terdiri atas serabut, sel-sel, dan cairan ekstraseluler. Cairan ekstraseluler dan serabut disebut matriks.

Jaringan pengikat mempunyai kerapatan sel yang longgar dan selselnya tersebar di antara matriks-matriks ekstraseluler. Matriks tersusun dari serabut yang diselubungi oleh media dasar yang bisa berupa cairan, gel, ataupun padat. Kebanyakan matriks-matriks tersebut disekresikan oleh selsel pengikat itu sendiri. Serabut pada jaringan ikat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

Serabut kolagen, tersusun dari kolagen, bersifat tidak elastis, dan tidak gampang sobek          jika ditarik memanjang.

Serabut elastis, tersusun oleh protein yang disebut elastin dan bersifat seperti karet.

Serabut retikuler, sangat tipis, bercabang, serat tersusun oleh kolagen dan

dilanjutkan oleh serabut-serabut kolagen.

.®Fungsi jaringan penyokong adalah:

  • Mengikat atau menghubungkan antara satu jaringan dengan jaringan lain.
  • Menyokong fungsi organ-organ tertentu.
  • Memberi kekuatan bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh

Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi berikut ini.

1)      Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat disebut juga sebagai jaringan serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang putih. Serabut sel pada jaringan ikat padat tersusun rapat dan kompak antara satu dengan yang lain. Jaringan ini tersusun atas serabut-serabut kolagen yang tidak elastis. Contohnya terdapat pada tendon, ujung otot yang melekat pada tulang, dermis kulit, ligamen (jaringan pengikat yang menghubungkan tulang-tulang).

Jaringan ikat padat berfungsi untuk memberikan sokongan dan proteksi, menghubungkan otot-otot pada tulang-tulang (pada tendon) dan menghubungkan tulang ke tulang (pada ligamen).

2) Jaringan Ikat Longgar

Pada jaringan ini susunan serabut selnya longgar. Jaringan ini mengisi ruang di antara organ, juga membungkus saraf dan pembuluh darah yang memberikan makanan pada jaringan-jaringan di sekitarnya. Pada jaringan ikat longgar terdapat sel-sel dan serabut saraf, antara lain fibroblas dan makrofag yang mengandung serabut kolagen dan elastis.

®Fungsi jaringan ikat longgar antara lain:

v mengelilingi berbagai organ;

v  menopang sel-sel saraf dan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel dan zat buangan keluar dari sel-sel;

v menyimpan glukosa, garam-garam dan air untuk sementara waktu;

v menyokong jaringan dan organ.

3)Jaringan Tulang

Berdasarkan matriks penyusunnya, jaringan tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.

  • Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)

Terdiri atas sel-sel tulang rawan dan matriks ekstraseluler yang lentur. Sel tulang rawan disebut kondrosit.sel tersebut berperan untuk membentuk dan mensekresikan matriks ekstraseluler. Kondrosit terletak di dalam rongga matriks yang disebut lakuna. Kondrosit dibentuk dari sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondroblas. Untuk fungsi regenerasi,kondrosit dirombak oleh kondroklas. Di dalam matriks tulang rawan biasanya terdapat serabut-serabut kolagen yang menyebabkan tulang rawan bersifat kuat dan lentur.

Pada vertebrata, tulang rawan berperan sebagai rangka sementara pada fase embrionik unuk selanjutnya digantikan oleh tulang keras. Tetapi pada beberapa hewan seperti ikan hiu dan ikan pari,kerangka tubuhnya tetap berupa tulang rawan.

Jaringan tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam.

a) Tulang Rawan Hialin

Matriks tulang rawan hialin berwarna putih kebiruan, mengkilat, danjernih. Fungsinya adalah membantu pergerakan, membantu jalannya pernapasan. Tulang rawan ini terdapat pada cakram epifisis, dan ujung rusuk.

b) Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan elastis tersusun dari serabut kolagen dan bersifat elastis.

Matriksnya berwarna kuning. Fungsinya adalah memberikan fleksibelitas

dan menguatkan. Contohnya pada daun telinga, epiglotis dan bronkiolus.

c) Tulang Rawan Fibrosa

Matriks pada jaringan ini sedikit dan berwarna gelap, tetapi banyak

mengandung serabut kolagen yang membentuk suatu berkas dan tersusun

sejajar. Fungsinya adalah untuk memberikan kekuatan dan melindungi

jaringan yang lebih dalam.

  • Jaringan Tulang Sejati (Osteon)

Jaringan tulang sejati ini tersusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit.Matriksnya padat dan banyak terjadi pengapuran, antara lain kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Proses pengapuran ini disebut kalsifikasi.Jaringan tulang ini banyak terdapat di dalam tubuh menyusun rangka. Fungsinya adalah melindungi organ-organ tubuh dalam yang lemah dan mengikat otot-otot. Berdasarkan jumlah matriksnya jaringan tulang sejati dibedakan menjadi dua.

a) Tulang Kompak

Pada tulang kompak terdapat matriks yang banyak, rapat, dan padat.Contoh dapat dijumpai pada tulang-tulang pipa. Substansi mineral disimpan dalam lapisan tipis yang disebut lamela. Struktur mikroskopis tulang panjang menunjukkan adanya saluran-saluran memanjang yang saling berhubungan yang disebut Kanalis Havers. Havers terdiri atas lamella-lamella yang tersusun melingkari suatu saluran, yang di tengahnya terdapat pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah inilah yang menyuplai makanan kepada sel-sel tulang.struktur tulang kompak:

b) Tulang Spons (Bunga Karang)

Matriks pada tulang spons tersusun tidak rapat dan berongga. Pada

tulang spons tidak terdapat sistem Havers. Contohnya pada tulang-tulang

pipih.

4). Jaringan Darah

Darah merupakan cairan tubuh yang berfungsi sebagai alat transportasi.Sebagai alat transportasi, darah mengangkut sari-sari makanan air, O2, CO2 dan sisa-sisa metabolisme lain serta hormon. Darah juga merupakan penghasil imunitas dan homeostasis. Pada dasarnya darah dibedakan menjadi 2 komponen, yaitu sebagai berikut.

1) Sel-Sel Darah

Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit).

 @ Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah memiliki protein yang disebut hemoglobin yang bertugas untuk mengangkut O2 dan CO2 dalam darah. Sel–sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang yang disebut eritoblas. Sel darah merah berbentuk cakram, bikonkaf, dan tidak berinti.

@ Sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih berfungsi untuk melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.Sel darah putih (leukosit) meliputi:

a) Agranuler terdiri dari:

(1) Limfosit, ukuran inti besar, mempunyai kromatin yang padat.

(2) Monosit, ukuran inti lebih kecil, bentuk seperti ginjal,

kromatin tidak begitu padat.

b) Granuler meliputi:

(1) Eosinofil, mampu menyerap zat warna eosin.

(2) Basofil, menyerap zat warna basa.

(3) Neutrofil, bersifat netral.

@ keping darah (trombosit)

Sedangkan trombosit adalah sel darah yang bertugas dalam proses pembekuan darah. Ukurannya lebih kecil dari sel darah merah dan berbentuk cakram. Sel-sel trombosit tidak memiliki inti.

a)  b)

c)

a)eritrosit     b)leuosit     c)trombosit

2) Plasma darah (cairan darah)

Plasma darah adalah cairan yang mengandung sel-sel darah. Di dalam plasma darah terlarut berbagai macam zat antara lain zat makanan, protein, zat sekresi dan gas (O2, CO2, dan N2). Plasma darah mengandung serum yang berfungsi sebagai tempat pembentukan antibodi.

5) Jaringan limfe

Komponen terbesarnya dari jaringan limfa adalah air di mana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, dan asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit.

Jaringan limfa menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfa.Fungsi jaringan limfa selain untuk kekebalan tubuh juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

6) Jaringan adiposa

            Jaringan adiposa adalah tipe jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel berukuran besar yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak. Oleh karena itu,jaringan ini disebut juga jaringan lemak.berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan, mencegah hilangnya panas secara berlebihan, dan sebagai pelindung jaringan dibawahnya. Jaringan ini terdistribusi di bawah lapisan kulit, daerah sekitar ginjal, di dalam tulang serta rongga perut dan dada.

Organ Hewan

Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerja sama melaksanakan fungsi tertentu. Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Organ luar : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga, mata.

2. Organ dalam : hati, ginjal, usus, jantung, paru-paru.

Adanya berbagai jaringan yang berkumpul membentuk suatu organ tertentu, memungkinkan suatu organ mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi hidup yang beranekaragam. Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh maka pembagian kerja akan semakin efektif. Dalam pembahasan organ ini akan kita lihat salah satu contohnya adalah usus halus (small intestine). Organ ini terdiri atas empat lapisan yang terbentuk oleh kurang lebih enam atau tujuh jaringan yang berbeda.

Bagian yang paling dalam berupa lapisan mukosa. Lapisan ini disusun oleh epitelium kolumnar sederhana. Fungsinya untuk pencernaan makanan dan absorbsi sari-sari makanan. Lapisan yang sebelah luarnya berupa lapisan sub mukosa yang terdiri atas jaringan penunjang, yaitu pembuluh darah, pembuluh limpa dan serabut-serabut saraf. Fungsinya untuk mentransfer nutrien dari mukosa ke aliran darah dan limpa untuk selanjutnya didistribusikan ke bagian tubuh yang lainnya. Lapisan ketiga adalah lapisan muscularis yang disusun oleh jaringan otot yaitu otot polos. Lapisan ini berperan di dalam gerakan-gerakan pencernaan makanan.Lapisan yang paling luar adalah serosa. Terdiri dari jaringan fibroblastik yang berada pada sub lapisan dalam dan sub lapisan luar terdiri atas epitelium squamosa. Lapisan ini sebagai pembatas corong pencernaan dan sekaligus sebagai penghubung terhadap membran yang berhubungkan dengan intestine. Seluruh komponen jaringan usus halus tadi secara bersamaan membentuk satu fungsi, yaitu prosesing makanan.

Sistem Organ

Suatu organ yang bekerja sama dengan organ-organ yang lainnya dengan membentuk suatu fungsi yang lebih kompleks disebut dengan sistem organ sebagai contoh adalah organ-organ yang bekerja sama dengan usus halus dalam prosesing makanan adalah mulut, lambung, hati, pankreas, kelenjar ludah, usus besar, dan lain-lainnya membentuk suatu sistem yang disebut sistem pencernaan.

Tabel Sistem organ,oran penyusun dan fungsinya

Sistem organ Organ penyusun Fungsi
Integumen Kulit dan turunannya(rambut, kuku, dankelenjar kulit) Perlindungan melawanluka secara mekanik,infeksi, dan kekeringan
Pencernaan Mulut, faring,esofagus, perut,intestinum, hati,pankreas, dan anus Pemrosesan makanan(menelan, mencerna,menyerap, daneliminasi)

 

Sirkulasi Darah, Jantung, danPembuluh darah Mengedarkan oksigen,sari makanan, danfungsi transportasi yanglain
Respirasi Hidung, laring, trakea, bronkus dan paru-paru. Pertukaran gas(menghisap O2 danmengeluarkan CO2)
Ekskresi Ginjal, ureter, uretra, dan kandung kemih Mengeluarkan sisametabolisme, mengaturkeseimbangan osmosisdarah
Reproduksi Testes, ovarium, uterus, dan tulang tengkorak. Proses perkembangan suatu organisme
Kerangka Tulang dada,tulang punggung,tulang lengan atas, tungkai,tulang rusuk dan lain-lain Melindungi dan menyokong tubuh,tempat pelekatan otot, sebagai alat gerak pasif.
Otot Otot dan tendon Sebgai alat aktif
Saraf Otak, sumsum tulang belakang dan serabut saraf. Mengatur fungsi sel pada tubuh dan menerima rangsang dari lingkungan.
Hormon Hipotisis,tiroid, pankreas, dan suprarenalis. Menghasilkan getah yang dimanfaatkan oleh tubuh serta meregulasi fungsi organ tubuh.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s