MODEL PEMBELAJARAN CERAMAH

MODEL PEMBELAJARAN

CERAMAH

 

 

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Belajar dan Pembelajaran

yang dibina oleh Bapak Kadim Masjkur

 

 

 

 

 

Oleh:

Rima Buana Prahastiwi           100321400946

Suhartik Wahyuni                   100321400961

Qurnia Ni’matul Ulfah            100321400962

Adelina Ratna Sari Amina      100321400963

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN FISIKA

November 2012

MODEL PEMBELAJARAN CERAMAH

Rima Buana P, Suhartik Wahyuni, Qurnia Ni’matul, dan Adelina Ratna Sari A.

Universitas Negeri Malang

 

ABSTRAK:Cooperative learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Model ini berbasis pada teori belajar kognitif dan teori belajar sosial. Langkah-langkah pembelajaran menurut cooperative learning dibagi dalam beberapa langkah dengan urutan indikator yaitu: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan. Untuk pengelolaan kelas menurut model cooperative learning dijabarkan menjadi pengelompokan, semangat gotong royong, dan penataan kelas. Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapat tiga model evaluasi, yaitu: model evaluasi kompetisi, evaluasi individual, dan evaluasi cooperative learning.

Kata Kunci: Cooperative learning, model, pembelajaran, evaluasi.

 

  1. 1.        PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu Negara. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. dalam konteks ini, guru dituntut untuk membentuk suatu perencanaan kegiatan pembelajaran sistematis yang berpedoman pada kurikulum yang saat itu digunakan.

            Pada pelaksanaannya dilapangan, proses pembelajaran yang ada masih banyak menerapkan metode konvensional dengan menggunakan ceramah dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu model pembelajaran ceramah yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini.

1.2 Batasan Masalah

  1. Apa pengertian dari model pembelajaran ceramah?
  2. Apa saja teori belajar yang melandasi model pembelajaran ceramah?
  3. Bagaimana tahapan langkah-langkah pembelajaran dalam metode ceramah?
  4. Bagaimana pengelolaan kelas menurut model pembelajaran problem based learning?
  5. Bagaimana model evaluasi belajar problem based learning?

1.3 Tujuan Masalah

  Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk:

  1. Mengetahui pengertian dari model pembelajaran ceramah.
  2. Mengetahui teori belajar yang melandasi model pembelajaran ceramah.
  3. Mengetahui tahapan-tahapan pembelajaran dalam metode ceramah.
  4. Mengetahui proses pengelolaan kelas menurut model pembelajaran problem based learning.
  5. Mengetahui model evaluasi belajar problem based learning.

 

  1. 2.        PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Pembelajaran Ceramah

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal . Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.(Sanjaya,2009)

Dalam metode ceramah ( lecture method) merupakan sebuah cara pengajaran yang dilakukan oleh guru secara monolog dan hubungan satu arah (one way communication), metode ini dipandang paling efektif dala mengatasi kelangkaan literature atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya faham siswa. Metode ini sampai sekarang masih sering digunakan. Guru biasanya belum merasa puas jika tidak melakukan ceramah. Seolah-olah jika tidak ada ceramah tidak ada proses pembelajaran.

Kelebihan model pembelajaran ceramah dibandingkan dengan model pengajaran lainnya adalah 1).Guru mudah menguasai kelas, 2).Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar, 3).Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar, 4).Mudah dilaksanakan ,5). Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran dengan ceramah.

Sama halnya dengan model pengajaran yang lain, PBL juga memiliki beberapa kelemahan dalam penerapannya. kelemahan pelaksanaan PBL yakni 1). Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Sisawa hanya aktif membuat catatan saja, 2). Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan, 3). Pengetahuan yang diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan, 4). Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.

 

2.2 Teori Belajar Yang Melandasi Model Pembelajaran Ceramah

          Dalam perkembangannya, pembelajaran ceramah dilandasi oleh :

  • Teori Belajar Behavioristik

Menurut teori belajar behavioristik, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon.

 

2.3 Langkah-langkah dalam Metode Ceramah

                        Langkah-langkah pembelajaran metode ceramah dapat dituliskan:

1. Tahap persiapan

            a. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai

            b. Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.

            c. Mempersiapkan alat bantu 
2. Tahap pelaksanaan

a. Pembukaan

b. Penyajian

c. Penutupan  

2.4 Pengelolaan Kelas Menurut Model Cooperative Learning

  1. Pengelompokan
    1. Kelompok homogen (Ability grouping) adalah praktik memasukkan beberapa siswa dengankemampuan yang setara dalam kelompok yang sama.
    2. Pengelompokan heterogenitas (kemacam-ragaman),dibentuk dengan memperhatikan keanekaragaman gender, latar belakang sosioekonomi dan etnik, serta kemampuan akademis.
  2. Semangat gotong-royong

                 Dalam proses pembelajaran ini, agar berjalan secara efektif maka semua anggota kelompok hendaknya mempunyai semangat bergotong royong yaitu dengan cara membina niat dan semangat dalam bekerja sama yaitu dengan beberapa cara: a. Kesamaan Kelompok. b. Identitas Kelompok c. Sapaan dan Sorak Kelompok.

  1.  Penataan ruang kelas

                 Dalam hal ini keputusan guru dalam penataan ruang disesuaikan dengan kondisi dan situasi ruang kelas dan sekolah. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah: a) Ukuran ruang kelas, b) Jumlah siswa, c)  Tingkat kedewasaan siswa, f) Pengalaman guru dan siswa dalam melaksanakan metode pembelajaran gotong royong.

2.2  Model Evaluasi belajar Cooperative Learning

            Penilaian pembelajaran dengan problem-based learning dilakukan dengan :

  1. Authentic assesment
  2. Portfolio
  3. Evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment.
    1. 3.        PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat disimpulkan:

  1. 1.      Cooperative learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu  Hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial.
  2. 2.      Teori belajar yang melandasi model pembelajaran cooperative learning adalah teori belajar kognitif dan teori pembelajaran social.
  3. Langkah-langkah pembeajaran menurut cooperative learning dibagi dalam beberapa langkah dengan urutan indikator yaitu: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan.
  4. Pengelolaan kelas menurut model cooperative learning dijabarkan menjadi pengelompokan, semangat gotong royong, dan penataan kelas.
  5. Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapat tiga model evaluasi, yaitu: model evaluasi kompetisi, evaluasi individual, dan evaluasi cooperative learning.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.masbied.com/2011/09/19/kelebihan-kekurangan-metode-ceramah-dalam-pembelajaran/

http://www.sarjanaku.com/2011/08/metode-ceramah.html

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/11/metode-mengajar-ceramah.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s