TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Rima Buana P., Suhartik Wahyuni, Qurnia Ni’matul, dan Adelina Ratna Sari

Universitas Negeri Malang

 

ABSTRAK: Menurut teori belajar behavioristik, belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini, yang terpenting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon, sedang proses antara stimulus dan respon tidak diperhatikan. Hal lain yang tidak kalah penting  adalah faktor penguatan (reinforcement). Penguatan adalah segala sesuatu yang dapat memperkuat timbulnya respon.

Teori belajar behavioristik berkembang dengan adanya tokoh-tokoh yang mendukung teori tersebut. Tokoh-tokoh teori behavioristik  diantaranya adalah Ivan P. Pavlov,Edwin Guthrie, Skinner, Thorndike, Clark Hull. 

 

Kata kunci: Behavioristik, belajar, respon, stimulus.

 

 

Latar Belakang

            Mutu pendidikan selalu menjadi sorotan dari berbagai pihak. Mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh mutu pembelajaran. Sebenarnya banyak teori yang telah terbukti secara empiris dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Salah satu di antaranya adalah teori behavioristik. Teori ini masih relevan dengan pembelajaran berbasis kompetensi. Pemahaman guru terhadap teori pembelajaran masih beragam sebahagian besar guru mengajar tidak berlandaskan teori belajar tertentu. Mereka mengajar yang penting tujuan tercapai dan pembelajaran dapat dinyatakan tuntas. Berdasarkan hal tersebut, maka sangat tepat jika teori behavioristik dikenalkan kembali sehingga guru dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

 

Rumusan Masalah

           Pada makalah ini, rumusan permasalahannya meliputi:

  1. Apa pengertian belajar menurut teori belajar behavioristik?
  2. Siapa saja tokoh yang mendukung teori belajara behavioristik?

 

Tujuan Penulisan

           Penyusunan makalah mengenai teori belajar behavioristik ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui pengertian belajar menurut teori belajar behavioristik
  2. Mengetahui tokoh-tokoh yang mendukung teori belajar behavioristik.

 

 

PEMBAHASAN

Pengertian Belajar

           Menurut teori belajar behavioristik, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung pada lingkungannya.

           Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan.

 

Tokoh-Tokoh yang Mendukung Teori Belajar Behavioristik

Ivan P. Pavlov

           Pavlov (1927) mengembangkan teori conditioning dengan melakukan percobaan terhadap anjing. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan.

Edwin Guthrie

           Guthrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah. Dia juga menjelaskan bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar perserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat tetap. Ia juga mengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Guthrie juga mengemukakan tiga metode pengubahan tingkah laku, yaitu: metode respon bertentangan, metode membosankan, dan metode mengubah lingkungan.

Skinner

            Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan faktor penting dalan belajar. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Teori ini terdiri dari enam konsep, yaitu:

  1. Penguatan positif dan negatif
  2. Shapping, proses pembentukan tingkah laku yang semakin mendekati tingkah laku yang diharapkan
  3. Pendekatan suksesif, proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat yang tepat, sehingga respon sesuai dengan yang diisyaratkan
  4. Extinction, proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan
  5. Chaining of Response, respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain
  6. Jadwal penguatan, variasi pemberian penguatan: rasio tetap dan bervariasi, interval tetap dan bervariasi.

Thorndike

          Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error yaitu : adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap berbagai situasi, adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah, ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Thorndike menemukan hukum-hukum.

  1. Hukum kesiapan (Law of Readiness), kesiapan seseorang dalam melakukan sesuatu hal mempengaruhi hasil akhirnya.
  2. Hukum latihan, jika respons terhadap stimulus diulang-ulang maka akan memperkuat hubungan keduanya.
  3. Hukum akibat, hubungan stimulus respon diperkuat apabila akibatnya memuaskan, berlaku juga sebaliknya.

Clark Hull

         Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

           Berdasarkan pada pembahasan dalam makalah tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Menurut teori belajar behavioristik, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Sehingga teori belajar behavioristik bisa disebut juga dengan teori tingkah laku.
  2. Tokoh-tokoh yang mendukung teori belajar behavioristik antara lain: Ivan P. Pavlov, Edwin Guthrie, Skinner, Thorndike, dan Clark Hull.


DAFTAR RUJUKAN

 

Anonim.2012.Teori Belajar Behavioristik. id.wikipedia.org/wiki/Teorri_Belajar_Behavioristik. Diakses tanggal 01 september 2012.

Fachri, Kamal.2009.Teori Behavioristik dan Permasalahan. http://www.kamalfachri.wordpress.com. Diakses tanggal 01 Septemper 2012.

Siregar, Eveline.2010.Teori Belajar dan Pembelajaran.Bogor:Ghalia Indonesia.

Susanto, Agus.2010.Teori Behavioristik dalam Pembelajaran. My.opera.com/a6us/blog/2010/03/26/teori-behavioristik-dalam-pembelajaran. Diakses tanggal 01 September 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s