SECRET FOREST

“Ayo!” ucap Atsushi—Nishino Atsushi kepada Takemiya Ai yang saat ini tengah asik menikmati ice cream vanilla di liburan musim panas sekolahnya.

“Kemana?”

“sudahlah, ikut saja.” Ucap Atsushi sambil menggandeng tangan Ai dan membuat Ai terpaksa menuruti kemauan Atsushi. Ai benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran laki-laki ini.

Setelah sepuluh menit berjalan dari tempat pemberhentian bus terakhir, mereka tiba di suatu tempat yang penuh dengan semak belukar.

“A-kun, sebenarnya kita akan pergi kemana? Bukankah ini bukan jalan umum? Ini seperti hutan.”

“kau akan tahu setelah kita sampai. Tenanglah, sebentar lagi kita akan sampai.”

Atsushi berhenti tepat di depan sebuah pagar terbuat dari kayu bertuliskan “bukan jalan umum” yang berdiri dengan angkuh dihadapan mereka. Tiba-tiba atsushi memanjat pagar yang ada dihadapan mereka.

“hei! Apa yang kau lakukan. Kau tidak bisa membaca,hm? Lihat! Di pagar ini sudah tertulis kalau ini bukan jalan umum! Cepat turun A-kun!” teriak Ai.

“syukurlah, kau tidak memakai rok. Ayo cepat panjat pagarnya.”

Detik berikutnya Ai memanjat pagar kayu itu dengan cepat dan melompat tanpa bantuan dari Atsushi, seakan dia sudah terbiasa memanjat dan melompat dari ketinggian yang menurut Atsushi tidak wajar jika dilakukan seorang gadis.

“wah~ gadis ini sungguh berbakat dalam hal memanjat. ” ucap Atsushi lirih.

Tanpa mendengarkan oehan Atsushi, Ai langsung berjalan di depan, tidak takut dengan tempat asing ini, memasuki lorong yang terbentuk dari celah bebatuan besar, dan seolah dia tahu tempat yang akan diperlihatkan oleh Atsushi.

“Hei! Tunggu aku Ai-chan! Biar aku yang menunjukkan jalannya. Kau di belakangku saja, hati-hati dengan langkahmu. Disini banyak sekali akar pohon besar yang muncul dipermukaan tanah.” Ucap Atsushi sambil sedikit berlari agar bisa menyejajarkan langkahnya dengan Ai.

“A-kun kau dengar suara ini?”

“iya aku mendengarnya. Suara burung. Tapi suara ini tidak pernah aku dengar.” Kata Atsushi. Membuat Ai menganggukkan kepala tanda setuju sambil mengedarkan pandangannya di dahan-dahan pohon besar.

“oh! Lihat! Itu burungnya. Cepat abadikan-abadikan. Keluarkan kameramu!”

“Ah! Sial aku belum mendapatkannya! Kemana perginya burung langka itu. Hei! Kau mau kemana?”

“ikuti saja aku. Aku sepertinya tahu kemana burung itu pergi”

Atsushi mengikuti Ai dengan sedikit ragu. Mereka sedikit berlari agar cepat sampai di tempat sumber suara burung itu.

“Woah! A-kun! Lihat! Hutan ini benar-benar menakjubkan. Aku baru tahu ada hutan rahasia di tengah kota semaju ini. Ada sungai kecil yang mengalir, burung langka, dan sekarang ada danau di hutan ini. Padang rumput hijau disini adalah padang rumput terbaik yang pernah kulihat di Jepang.” Ucap Ai, takjub.

“hm, aku sering kesini. Setiap kali ada sesuatu yang mengganjal pikiranku aku selalu datang kesini. Sendirian. Tempat ini begitu damai.”

“Apakah ada orang lain yang mengetahui tempat ini selain kau?”

Bukan jalan umum. Kau satu-satunya orang yang tahu selain aku. Kau harus merahasiakan hutan rahasia ini dari yang lain. Secret forest. Our secret forest.”

FINISH

#FiksiFilmku

Dibuat untuk menjawab tantangan malam minggu amazing ini. Terinspirasi dari film heavenly forest–Film jepang . Suka sama keindahan hutannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s