On Rainy Days

Kudengar suara teriakanmu dibalik pintu itu. “Arla!! Buka pintunyaArl~ maafkan aku. Aku yang salah. Kumohon dengarkan penjelasanku.” Aku tetapdiam—duduk bergeming menatap pintu kokoh itu. Menyandarkan kepalaku ke dinding kaca penyekat ruang tamu dengan taman belakang rumah.

Aku sama sekali tidak mempunyai kepercayaan diri untuk menemuimu. Jangankan untuk menemuimu, membalas pesan singkatmu saja aku tidak mampu. Aku tetap disini, duduk di tangga menuju pintu yang kau punggungi untuk bersandar. Aku mengabaikanmu. Meskipun hujan deras aku tetap bertahan di sini dan kau tetap di sana. Di tempat yang sama, tapi di ruangan yang berbeda. Belasan panggilanmu di telepon genggamku tidak kujawab. Kau tetap di sana sampai pada akhirnya kau memutuskan pergi karena harus menyelesaikan rentetan jadwalmu yang sangat padat. Itu pesan singkat terakhir yang kau kirimkan kepadaku.

Kenapa mencintaimu bisa sesulit ini. Sama sulitnya dengan bernafas tanpa oksigen—sesak. Mencintaimu sama seperti bernafas. Itu keharusan.Kalau tidak bernafas sedetik saja rasanya sesak. Apa aku harus melepasmu? Mematikan rasa cintaku kepadamu itu sama halnya dengan memaksa diri untuk tidak bernafas.Sama halnya dengan bunuh diri secara tidak langsung. Perlahan tapi pasti.

Empat tahun yang lalu, lagu ini–On Rainy Days. kau berjanji menyanyikannya untukku. Tapi janji itu belum sempat kau penuhi. Sekarang kau menyanyikannya dihadapanku. Di tempat yang sama sekali tidak kuduga kau akan ada disini untuk mengisi acara yang kudatangi. Disaat kita sudah sangat lama sekali tidak bertemu. Aku melihatmu dalam jarak pandang yang lebih dekat dari biasanya. Meskipun tidak sedekat empat tahun yang lalu. Wajahmu semakin tirus saja. Apa kau tidak menjaga pola makanmu,hm? Kau sakit? Ah~ tidak, mungkin kau saat ini sedang menjalani rentetan jadwal yang lebih padat dari sebelumnya begitu pikirku.

Now I have completely erased you.
but when the rainfalls again
the memories of youthat I have kept hidden for so long
come back to look foryou again
On Rainy Days—Beast

Kau menangis. Aku juga. Saat tatapan kita saling bertemu diudara. Tatapan saling merindu. Dan inilah balasan kerinduan yang terindah daribalasan kerinduan menurut versi orang sedunia.

#fiksilaguku #fiksifilmku hahahhaa~ ini gabungan dari #fiksilaguku n #fiksifilmku
fiksi lagu seharusnya cuma 123kata tapi ini lebih :v
fiksi film harusnya 456kata tapi ini kurang -_-

ini efek semalem liat film special 20 years old. haduuhh~ on rainy daysnya itu lhoo yang bikin nyesek TT^TT *banjir air mata*
masa iya mewek sambil ngikut nyanyi on rainy days.
dan pagi ini langsung cari instrumentnya si on rainy days terus tak cover(?) suaraku merdu banget. iyaa merdu–merusak dunia.hahahahaa~
tapi syukurlah nggak ada yang protes dari pihak tetangga sebelah karena pendengaran mereka sedikit terguncang pagi ini :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s