Siklus Setan

Pernah mengalami siklus setan? Aku sedang terjebak yang namanya siklus setan. Tapi ini beda dengan siklus setan yang udah sering diposting, kayak siklus setan yang ini—bangun tidur—ngulet bentar—keluar kamar—pegang handuk—ketemu sofa—ngulet bentar eh ternyata lama—akhirnya ketiduran di sofa dan nggak jadi mandi. Itu siklus setan pasti udah banyak yang tahu, tapi aku lupa itu kata-kata siapa. Maaf yaa. Terima permintaan maaf dari saya ini. Kalau siklus setanku beda, dan lebih tragis dari itu—si A(nama disamarkan) ngejar aku—tapi aku malah ngejar si B—dan si B dulu ngejar aku, entah sekarang masih ngejar aku apa enggak. Jangankan masih ngejar, masih hidup atau enggak aja aku nggak tahu. Orangnya ngilang sih dengan alibi sibuk. Ah- sesibuk-sibuknya aku, aku pasti sempat ngabarin kok, ini bedanya aku sama kamuu–iya kamu*ketularan si Dodit.hwehehee*abaikan.

Siklus setan yang begitu rumit. Selama ini aku selalu mengikuti aturan mainmu. Tapi setelah ini, jangan harap aku mengikuti aturan mainmu lagi. Aku yakin aku bisa. Sekarang kamu membangun tembok sialanmu lebih tebal dari sebelumnya,kan?. Lalu, bagaimana denganku? Aku? Aku juga bisa membangun tembokku sendiri, pasti lebih tinggi dan lebih tebal dari punyamu dan kupastikan kamu akan bersusah payah untuk menghancurkannya. Jangankan untuk dihancurkan, untuk dilompati saja tidak akan bisa. Tembokku sudah kudesain khusus.hahahaha*ketawa nista*abaikan.

*selingan*Teman baikku salah paham dengan apa yang aku tulis hari ini. Dia mengira aku menulis siklus skripsiku mengingat tadi habis konsultasi dengan dosenku tercinta, terganteng, tersabar, dan ter-ter lainnya yang nggak bisa disebutkan satu-satu. Eh ternyata akunya malah nulis siklus setan, bukan siklus skripsi.hwehehee

Siklus setan. Aku harus mengakhirimu. Bukan salahmu kalau aku terjebak dengan siklus sialanmu itu. Bukankah setan itu sudah tugasnya untuk menggoda manusia. Jadi, kalau aku tergoda dan malah terjebak ke dalam siklusnya, masa iya aku harus menyalahkan mereka. Mereka diciptakan untuk berbuat seperti itu. Hah- ya sudah, satu-satunya orang yang bisa menolongku saat ini bukanlah penawarku atau yang lainnya yang mungkin punya kekuatan super. Tapi aku. Iya, aku. Akulah yang harus menyelamatkan diriku sendiri saat ini.

Siklus setan… bye-bye*lambai-lambai tangan cantik*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s