Pekan Ujian

Dulu, dulu, dulu—duhhh,kata dulunya banyak bener yes. Berasa udah tua banget :p abaikan—kalau udah masuk pekan ujian sih emang sering jungkir balik gegara banyak ujian. Ujian tetap jalan, tugas yang mati satu tumbuh seribu juga on progress. Kebayang kan gimana jungkir baliknya mahasiswa tiap pekan ujian. Kalau sudah masuk di pekan ujian, jari-jari tangan pasti bentuknya sudah nggak simestris. Tugas yang tulis tangan banyak—terutama dosen yang minta catatan waktu ujian satu lembar dengan font 6—yang diketik udah nggak bisa dihitung.

Nah, sekarang, ini juga lagi di pekan ujian, tepatnya di ujian tengah semester, woaah, berarti ini sudah di tengah perjalanan semester satuku. Semester satu? Aku jadi muda lagi berarti ya?*ketawa nista. Bedanya sama yang dulu, dulu, dulu itu, kalau dulu kan ujian tetap jalan, tugas yang mati satu tumbuh seribu on progress, kalau sekarang ujian tetap jalan, tapi tugas mati satu tumbuh sejutanya nggak habis-habis *nangis sesenggukan di kolong ranjang.

Hari senin itu hari penuh kejutan. Awalnya sih nyenengin ya, bisa menikmati sinar matahari pagi. Apalagi warna merah matahari waktu pertama kali muncul ketika malam berganti pagi itu cantik gila, merah dan aku bisa melihat bulatnya matahari. Terus agak siangan dikit bis yang kunaiki biar bisa sampai ke Malang jam 8 malah mogok di tengah jalan, uh! Gara-gara itu aku jadi wajib upacara—berdiri—di bis biar bisa sampai di Malang tepat waktu. Oh my God!! Nggak cuma itu, waktu masih di bis saja dapat kabar kalau ada tugas yang bakal dibahas hari ini dan itu tugas nggak masuk di list tugasku—artinya aku belum ngerjain itu tugas. Bisa gila beneran aku ini!! Akhirnya dengan kekuatan jungkir balik model apapun, habis ngehadiri kuliah umum langsung deh tanpa ragu ke kantin buat ngerjain itu tugas sambil sarapan yang digabung sama makan siang*pola hidup berantakan. Makan sudah selesai, sekarang ganti fokus ke tugas, lagi asyik-asyiknya jungkir balik eh dapat kabar kalau hari ini libur. Antara percaya dan nggak percaya sih, tapi sambil ketawa nggak jelas.

Hari selasa. Hari ini ada mata kuliah penilaian yang UTS dan mekanika klasik yang katanya ada kuis. Oke lah, disenyumin aja dulu itu jadwal hari selasa yang WOWnya nggak nanggung-nanggung, kuliah sampai malam. UTS penilaian di taruh di e-learning, jam 6 anak-anak udah heboh di grup WA, katanya udah diupload soal ujiannya, daaannn*jjeng-jjeng* cuma lima soal. Itu soal bener cuma lima, tapi sungguh sangat memeras otak. Lima soal itu dua soal pertama ngejawab pertanyaan dan tiga soal berikutnya bikin produk. Duh, tuhan!! Gila aja, bikin produk itu yang bikin pusingßini alasan klasik banget, padahal itu semua bakal gampang kalau terbiasa. Kuis mekanika dibatalkan, bapak dosen yang terganteng, terkeren, dan ter- ter- lainnya nggak masuk, akhirnya dikasih tugas dan dikumpulkan malam itu juga. Memang sih itu tugas soalnya cuma dua biji, taaaapi jawabannya itu lho. Satu soal aja ngehabisin satu lembar folio bergaris, pensil, dan penghapus*hahaha. Tanganku langsung fiks nggak simetris hari di hari selasa malam.

Rabu. Ini hari terakhir kuliah di setiap minggu. Kuliahku cuma hari senin sampai rabu saja. Hari ini juga ada UTS landasan pendidikan. Ada 12 soal dan cuma disuruh mengerjakan delapan soal. Tapi jangan girang dulu, 12 soal itu nggak ada yang jawabannya pendek, jadi delapan soal yang dipilih itu ya pilihan terpaksa mungkin ya. Semua jawabannya panjang dan harus tulis tangan. Ini jari tengah tangan kananku langsung ngebekas kena pen, sepanjang nulis jawaban tangan kananku kupijit-pijit gara-gara UTS landasan. Nulis jawaban aja sambil bersenandung, biar lancar mikir jawabanya, biar bisa nyambungin ke pertanyaannya, dan biar berasa sukses saja itu ujian.

Woah, curhatannya banyak bener ya! Hihihii. Itu tadi masih tiga dari tujuh mata kuliah yang sudah ujian, entah yang lain kapan nyusulnya. Berasa ini tulisan isinya cuma ngeluh aja, yes? :p . Nggak sih, nggak maksud ngeluh kok, buktinya hari senin itu aku mikir positif “hari senin itu hari yang penuh kejutan”, selasa juga, rabu iya. Bahkan ada yang bilang kalau kita diawal mikirnya udah mikir positif, pasti hasilnya juga positif. Tuh, banyakin mikir positif, jangan biasain nyinyirin orang apalagi nyinyirin keadaan.

“Satu pemikiran positif di pagi hari mampu mengubah hari anda sepenuhnya”—Anonim.

 

Hidup itu nggak akan berjalan sesuai rencana, pasti ada masalah yang nggak terduga. Seperti yang pernah kutulis dibeberapa ceritaku…

“Karena hidup banyak rasa, nggak akan menarik kalau hidup nggak ada dramanya, dan manisnya hidup kita yang tentukan.”

 

Ini pekan Ujianku, bagaimana pekan ujianmu? :p

 

END

2 thoughts on “Pekan Ujian

  1. Entah ya kenapa bertambah jenjang, kok ya tetep aja sks nya berlanjut *plak*
    Ujianku sekarang ini bukan lagi ujian tulisan yang diketik di lembar kertas A4, punya copas dari wikipedia atau web/blog orang. Atau mungkin ketik ulang dari buku yang tebalnya bisa buat bantal. Ujian orang yang udah terdegradasi dari bangku kuliah itu ya bagaimana nyafi duit, hahahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s