Selamat Jalan–Sampai Jumpa

Hari ini satu temanku pergi
Pergi jauh tak kan pernah kembali
Sekeras apapun menangis
Tak kan merubah yang t’lah terjadi
Harus ku lepas

(Sheila On 7—Sampai Jumpa)

Entah yaa mungkin juga sudah pertanda alam, hampir seminggu ini suka saja mendengar lagu ini. Diputar terus di playlist pagi, siang, sore, malam sampai mabok.

Pagi ini, jam 5 pagi, di telepon genggamku ada tiga panggilan tak terjawab dari bulekku—adik perempuan ibukku. Aku nggak paham kok sampai segitunya telepon aku. Ahh, mungkin mau tanya ke Ibuk, tapi kan aku nggak di rumah. Oke lah cuek, ke kamar mandi, wudhu. Biar saja, nanti pasti telepon ke rumah kalau dirasa penting dan mendesak, pikirku.

Habis sholat shubuh, seperti biasa buka app bbm di telepon genggam. Scroll scroll, berhenti disalah satu status bbm Mbak Risa. Sempat shock, melakukan beberapa denial, dan memutuskan untuk bertanya di statusnya.

Rima Buana Prahastiwi : Heh, mbaakkk. Sopo sing nggak enek? Kok Dpmu iku? (Heh, mbaakk. Siapa yang meninggal? Kok DPmu itu?)

Lama juga nggak dibalas. Oke lah, tidak akan terjadi apa-apa nanti saja setelah selesai ujian baru dikepoin lagi. Salah sendiri sih lima menit sebelum ujian mainan telepon genggam, ada bbm masuk.

Dewi Mauritsa : Mbak Naning

Deg!! Hyahhh, kan aku mau ujian. Jadi, segala penolakan tadi pagi itu nggak fungsi.

Rima Buana Prahastiwi : Innallillahi

Hari ini kan kuingat kembali
Semua tempat jalan waktu bersamanya
Setiap kata yang t’lah diucap
Bagai warisan yang t’lah disiapkan
Harus ku jaga
(Sheila On 7—Sampai Jumpa)

Dapat bangku ujian dekat jendela. Dududududduuu~ berasa difasilitasi gitu acara sedihku hari ini. Duduk di dekat jendela pasti nanti banyak bengongnya kalau pikiran buntu nggak bisa jawab soal. Dan benar saja, belum juga bisa ngejawab dari separo soal sudah lihat ke jendela, menyandarkan punggung di kursi, beberapa kenangan muncul. Aku masih ingat ketika rumahku belum di Kediri, mbak naning pernah main ke rumah kontrakan di papar, di sana aku digendong kesana-kemari padahal aku sudah masuk TK. Pernah juga ketika aku sudah beranjak remaja, dengan santainya aku bilang “ih, bentar lagi aku bakal lebih tinggi dari embak” dan mbak naning cuma senyum mengalah “iya, bentar lagi kamu bakal lebih tinggi dari aku”. Dan pasti penyesalan juga selalu hadir. Terakhir kali aku bertemu sama mbak naning itu ketika lebaran tahun ini. Dan itu juga nggak lama. Nggak ada pertanda apapun saat lebaran kemarin. Kita juga nggak banyak ngobrol.

 

Mbak Naning……

Selamat jalan
Selamat jalan teman
Selamat jalan
Sampai jumpa

Tuhan yang aku cinta
Mudahkan jalan dia
Tuhan yang aku cinta
Sambut kehadirannya

…..

(Sheila On 7—Sampai Jumpa)

END

16-12-2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s