(gagal)Ketemu Idol

Dulu sempat kepikiran ingin melihat pertandingan badminton secara live. Keinginan itu muncul ketika musim Indonesia Open lagi ramai-ramainya disiarin di tipi. Serumah selalu heboh kalau ada pertandingan badminton yang disiarin di tipi. Rumah yang biasanya ramai gara-gara acara rebutan remot tipi, jadi ramai gara-gara ikut tepuk-tepuk tangan setelah ada teriakan IN..NDON..NES…SYYAA. Nggak cuma ikut tepuk-tepuk juga, bahkan ikut teriak EEAAA…HUUU…EEAAA..HUUU…EEAA, hahaha. Dan ketika asyik-asyiknya nonton, aku nyeletuk deh “Yah, Ayok nonton ke Istora yuk. Seru kali ya kalau secara live nonton badminton dengan pemain sekelas Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan”. “Iya, Ayok!!” jawab Ayahku.

Keinginan sesaat itu sebenarnya nggak sampai dimasukkan ke hati dan pikiran. Nggak sampai selalu bikin hati dan pikiran ini kepo sama jadwal mainnya mereka—Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan. Nggak sampai niat nabung buat akomodasi lihat pertendingan mereka juga kalau seandainya main lagi di Istora. Tapi celetukan tadi selalu terucap saja kalau mereka lagi main dan disiarin di tipi. Hati ini selalu iri lah lihat ramainya orang-orang mendukung mereka. Dasar tukang baper kali ya makanya selalu pakai perasaan kalau lihat olahraga terutama badminton.

Daann, daann, daaaannn kemarin tanggal 2 Desember 2015 keturutan deh beli tiket buat lihat Hendra/Ahsan di Graha Cakrawala UM *kipaskipaspakaitiket. Sesuai jadwal sih Hendra/Ahsan main sekitar jam 6 sore, aku hari itu juga ada kuliah sampai jam setengah 6 jadi rencananya habis kuliah langsung ke gedung Graha. Gara-gara sudah pegang itu tiket, kuliah sore jadi nggak konsen, ditanyai apa jawabnya apa, nggak bisa duduk diam, bahkan tiap semenit sekali lihat jam. Duh yaa, terlalu kesenangan nih sepertinya.

Jam 5.30 sore, si bapak dosen masih asyik kasih penjelasan arti dari rumus-rumus. Kata si bapak, rumus itu merupakan bahasanya si barang-barang halus—kayak electron, atom, foton—biar kita bisa ngerti maksud barang halus itu pengennya minta apa dan minta diapakan. Rumus-rumus selesai si bapak minta nambah lagi ke sub bab berikutnya, duh bapaakk… mahasiswamu yang ini sudah nggak konsen, konsennya sama Hendra/Ahsan. Malah sudah berencana kalau seandainya, seandainya, seandainya ini kuliah bakal dilanjut sampai jam 7 malam punya rencana mau kabur saja lihat badminton *mahasiswadurhaka.

Setelah tingkahku kayak cacing kepanasan dan kena tabok teman sebelahku, jam 6 keluar kelas dan langsung cuss ke TKP. Tapi, tapi, tapiii… kabar buruk. Hendra/Ahsan sudah main dan sudah selesai pula. Aelah, sudahlah. Nangkring saja di sini kali aja ada yang “bening” main di lapangan depanku. Oiya, ini gedung dibagi jadi empat lapangan dan aku kebagian lapangan tiga. Ternyata kesampaian juga itu niat, ada yang “bening” main di lapangan tiga, men double Indonesia vs Malaysia. Akhirnya bisa juga keturutan tepuk-tepuk tangan setelah ada teriakan IN..NDON..NES…SYYAA dan teriak EEAAA… HUUU… EEAAA.. HUUU… EEEAAAAAAA, hahaha. Norak abis deh senengnya.

Tulisan ini kudedikasikan untuk Mbak Siwi—mamakku di pasca—karena sudah kasih tiket gratis ke anaknya yang agak-aggaakkk….(Isi sendiri). Terima kasih juga untuk Tiara yang sudah mau kuculik nonton meskipun dia nggak ngeh sama Hendra/Ahsan. Di rumahnya nggak ada tipi kali ya *ditaboklagi. Dulu, dulu, dulu, pernah punya impian pengen ngerasain nonton badminton di Istora. Sekarang akhirnya terwujud juga nonton badminton secara live, meskipun bukan di Istora. Terima kasih sudah mewujudkan mimpiku, lihat badminton secara live meskipun kelewatan Hendra/Ahsan. Kan pengen elap itu kringet, eh. Lupa diri saja kalau mereka itu sudah punya istri dan anak😛

Ini salah satu best moment yang kudapatkan di 2015 kemarin. Pasti dan aku yakin di 2016 ini ada mimpiku yang terwujud baik yang benar-benar kuinginkan atau yang kubutuhkan. Karena mimpi itu akan terwujud sesuai dengan waktunya. Setidaknya jangan putus asa dalam menyusun rentetan anak tangga ke langit yang disertai rentetan doa disetiap tingkatannya. Jika sudah saatnya mimpi itu terwujud maka tidak ada satu alasan yang bisa untuk menghentikannya.

-END-

4 thoughts on “(gagal)Ketemu Idol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s